Haedar Nashir Turun Langsung ke Sumatera, Muhammadiyah Gelontorkan Rp 7,5 Miliar untuk Korban Bencana

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir tinjau lokasi bencana di Aceh dan Sumatera. Bawa bantuan Rp 7,5 Miliar, ratusan relawan, dan tegaskan komitmen rehabilitasi jangka panjang.

M
Haedar Nashir Turun Langsung ke Sumatera, Muhammadiyah Gelontorkan Rp 7,5 Miliar untuk Korban Bencana

portalbontang.com, Aceh – Duka yang menyelimuti Pulau Sumatera akibat rentetan bencana banjir dan longsor memanggil solidaritas nasional. Tak ingin sekadar mengirim doa, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bergerak cepat dalam satu barisan komando.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, turun langsung menyambangi titik-titik bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), pada Selasa (16/12/2025).

Dalam kunjungannya, Haedar menyerahkan total bantuan senilai Rp 7,5 miliar. Dana besar ini merupakan hasil gotong royong Lazismu serta donasi dari pengusaha sekaligus warga Muhammadiyah, Yendra Fahmi.

“Muhammadiyah mengerahkan seluruh apa yang kami miliki. Mulai dari dana, logistik, hingga tenaga dokter dan sukarelawan untuk penanggulangan darurat ini,” tegas Haedar.

Satu Barisan, Kesampingkan Perdebatan

Haedar menyerukan pesan persaudaraan yang kuat. Di tengah situasi krisis, ia meminta seluruh elemen bangsa, khususnya warga Muhammadiyah, untuk menyudahi perdebatan soal penyebab bencana dan fokus pada aksi kemanusiaan.

“Saat ini, menolong saudara kita yang menderita jauh lebih utama daripada memperdebatkan sebab musabab bencana. Mari kita satu barisan, satukan kekuatan untuk menanggulangi derita mereka,” ajaknya.

Ratusan Relawan Tembus Wilayah Terisolir

Di lapangan, Muhammadiyah tak main-main. Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), ratusan relawan diterjunkan menembus wilayah-wilayah yang terisolir.

Mereka bukan relawan sembarangan. Tim ini terdiri dari tenaga kesehatan Emergency Medical Team (EMT) dari jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (RSMA) serta tim psikososial dari perguruan tinggi Muhammadiyah.

Bantuan yang dibawa pun lengkap, mulai dari obat-obatan, makanan siap saji, tenda, selimut, hingga layanan penyembuhan trauma (trauma healing).

Bantu Semua Tanpa Sekat Agama

Satu hal yang ditekankan Haedar: bantuan ini bersifat inklusif. Muhammadiyah memastikan bantuan diberikan kepada seluruh penyintas tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau golongan.

Standar penanganannya pun kelas dunia. MDMC menerapkan prinsip kemanusiaan global, imparsialitas, dan profesionalisme teknis yang mengacu pada standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Bukan Sekadar “Hit and Run”

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan, dr. Agus Taufiqurrahman, menambahkan bahwa operasi kemanusiaan ini tidak akan berhenti saat banjir surut. Muhammadiyah memegang prinsip keberlanjutan.

“Kami tidak hanya datang, memberi, lalu pergi,” ujarnya.

Setelah masa tanggap darurat selesai, Muhammadiyah akan masuk ke fase transisi pemulihan, dilanjutkan dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Melibatkan berbagai majelis seperti Pendidikan (Dikdasmen), Sosial (MPKS), hingga pemberdayaan masyarakat, Muhammadiyah berkomitmen mendampingi warga hingga infrastruktur fisik dan mental mereka pulih kembali. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Muhammadiyah

Menu