PORTAL BONTANG – Indonesia, dengan potensinya sebagai pusat pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) di ASEAN, telah mendapat pengakuan dari Sekretariat Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pengakuan dari PBB tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria, dalam pernyataannya mengenai pertemuan dengan Wakil Sekretaris Jenderal dan Utusan Teknologi UNSG, Amandeep Singh Gill, di Brdo Congress Centre, Slovenia, pada Selasa lalu, 6 Februari 2024.
“UN (PBB, Red.) melihat Indonesia, dengan populasi 280 juta jiwa, sebagai pemain penting dalam pengembangan teknologi AI di kawasan ini. Potensi Indonesia sebagai pusat teknologi baru di ASEAN juga cukup besar,” kata Wamenkominfo, dikutip Portalbontang.com dari Info Publik, Rabu 7 Februari 2024.
Baca Juga: Milad ke-77 HMI Putar Spesial Film LAFRAN
Menurut Nezar, pengakuan internasional terhadap Indonesia, khususnya dalam teknologi, adalah suatu kehormatan.
Pengakuan ini diberikan berkat konsistensi Indonesia dalam menyoroti kesenjangan digital (digital divide) di ASEAN dan secara global.
“Kami mengusulkan untuk mengatasi kesenjangan digital dengan konsolidasi. Kami menyarankan Global South-South Conference on AI Governance agar suara Asia, Afrika, dan Amerika Latin dapat lebih komprehensif. Oleh karena itu, duta khusus untuk teknologi dari PBB ini melihat Indonesia sebagai negara yang strategis dan mengharapkan partisipasi yang lebih aktif,” jelasnya.
Baca Juga: Truk Pangan PBB di Gaza Diserang Israel
Dia juga menambahkan, partisipasi Indonesia dalam Forum Global UNESCO tentang Etika AI di Slovenia adalah momentum yang tepat untuk menyampaikan gagasan tersebut.
“Kami tentu saja berbagi nilai di setiap wilayah sehingga apa yang menjadi slogan dari UN bahwa dalam perkembangan penerapan kecerdasan artifisial ini tidak ada yang tertinggal, tidak ada negara yang tertinggal, tidak ada bangsa yang tertinggal,” ungkap Nezar Patria.
Menurut Nezar, Indonesia melihat pentingnya kesepakatan bersama dalam mengatasi kesenjangan digital dalam Tata Kelola AI Global.
Baca Juga: Ada 5 Jenis Makanan Pereda Nyeri Sendi, Mudah Didapatkan
“Untuk memenuhi aspek inklusivitas ini, kami juga menginginkan dialog Global South-South dan Indonesia siap untuk memfasilitasi jika memang disetujui oleh UN,” tutup Wamen. ***
Ikuti berita terkini dari Portalbontang.com langsung di WhatsApp melalui link https://s.id/portalbontang.
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A