Hadapi Krisis Global, Prabowo Tegaskan RI Punya ‘Senjata’ Kelapa Sawit: Bisa Jadi Solar dan Bensin!

Presiden Prabowo ingatkan perang global bisa ganggu impor BBM. Ia dorong swasembada energi lewat pengolahan kelapa sawit jadi solar dan bensin.

M
Hadapi Krisis Global, Prabowo Tegaskan RI Punya ‘Senjata’ Kelapa Sawit: Bisa Jadi Solar dan Bensin!

portalbontang.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menekankan pentingnya kemandirian bangsa di tengah situasi geopolitik dunia yang kian memanas. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada impor, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM), bisa menjadi ancaman serius jika perang global meluas.

Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2025).

Melansir siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden dan unggahan resmi Instagram @presidenrepublikindonesia, Prabowo menyebut swasembada pangan dan energi adalah kunci agar Indonesia tidak didikte oleh kondisi eksternal.

Ancaman Perang Ganggu Pasokan BBM

Prabowo menyoroti kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Konflik bersenjata yang terjadi di berbagai belahan dunia, jika merembet hingga ke Eropa, diprediksi akan memutus rantai pasok logistik global.

“Dimana-mana ada perang, kalau terjadi perang, berlanjut ke Eropa, dampaknya ke kita juga,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Presiden menegaskan, jika jalur transportasi dunia terganggu akibat perang, Indonesia bisa kesulitan mendapatkan pasokan energi dari luar negeri.

“Makanya, dari awal saya katakan kita harus swasembada pangan, swasembada energi BBM. Perang lanjut di Eropa, bisa-bisa kita tidak bisa impor dari manapun. Kalau kita tergantung impor, kita nggak mampu bayar nanti harga BBM,” tegasnya.

Sawit: Karunia Tuhan untuk Energi RI

Di tengah ancaman tersebut, Prabowo menyebut Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki banyak negara lain, yakni perkebunan kelapa sawit yang luas. Menurutnya, sawit bukan sekadar komoditas, melainkan karunia yang bisa diolah menjadi solusi energi.

“Kita diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, kita punya kelapa sawit, kelapa sawit bisa jadi BBM, bisa jadi solar, bisa jadi bensin juga kita punya teknologinya,” ucap Prabowo optimistis.

Namun, ia mengingatkan agar teknologi pengolahan tersebut harus benar-benar dikuasai dan disiapkan industrinya di dalam negeri.

“Kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak punya teknologi, kalau pabrik-pabrik pengolahan tidak siap kalau terjadi apa-apa, baru kita nanti merasakan,” lanjutnya.

Belajar dari Distribusi BBM di Lokasi Bencana

Pentingnya kemandirian dan kesiapan distribusi energi ini juga tercermin dari penanganan bencana banjir dan longsor yang baru saja melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prabowo menceritakan betapa sulitnya menyalurkan BBM ketika infrastruktur terputus.

“Bencana di Sumatera, bagaimana repotnya kita mengantar BBM ke daerah-daerah bencana. Jembatan putus, jadi BBM harus kita naikin pesawat, sebagian lewat kapal,” jelas Presiden.

Kesulitan distribusi di lapangan ini menjadi ujian sekaligus pelajaran penting bagi ketahanan energi nasional. Prabowo memastikan pemerintah terus berupaya menembus isolasi daerah terdampak bencana.

“Banyak jalur masih terputus, tapi kita segera melakukan segala upaya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami. Sekarang masalah BBM tapi kita sekarang kapal besar sudah bisa merapat di Sibolga,” pungkasnya. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Youtube Sekretariat Presiden

Menu