Bukan Cuma TK, Aisyiyah Bontang Ditantang Buka ‘Sekolah Lansia’ di Muspimda Ke-1

Aisyiyah Bontang gelar Muspimda ke-1, ditantang rintis Sekolah Lansia.

M
Bukan Cuma TK, Aisyiyah Bontang Ditantang Buka ‘Sekolah Lansia’ di Muspimda Ke-1

Portalbontang.com, Bontang – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Bontang tidak hanya menegaskan komitmennya untuk memajukan kaum perempuan, tetapi juga siap melahirkan terobosan baru.

Dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) ke-1 yang digelar di Pendopo Rujab Wali Kota, Ahad (21/9/2025), muncul gagasan progresif untuk mendirikan ‘Sekolah Lansia’ sebagai amal usaha baru.

Momentum ini semakin diperkuat dengan dukungan penuh dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bontang, yang menyerahkan pengelolaan dua unit rumah wakaf di Perumahan Griya Wisata Bontang Kuala untuk dikelola oleh Aisyiyah.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Timur, Nurhayati Tappa, dalam sambutannya mendorong PDA Bontang untuk terus dinamis dan tidak hanya berfokus pada amal usaha yang sudah ada.

“Tujuan Muspimda adalah mengevaluasi program-program yang sudah dan belum terlaksana, di samping itu juga menambah program sesuai dengan isu-isu yang ada,” jelas Nurhayati.

Ia secara spesifik menyarankan program Daycare Lansia atau Sekolah Lansia sebagai salah satu prioritas. “Kami harapkan kepada pimpinan daerah, dinamika itu ada. TK Aisyiyah sudah banyak, kalau memang tidak bisa (sekolah lansia), ya memilih amal usaha yang lain,” pesannya.

Dukungan nyata datang dari Ketua PDM Bontang, H. Mustamar, yang menegaskan pentingnya sinergi antara kedua organisasi.

“Muhammadiyah itu adalah persyarikatan. Tidak ada kepemilikan pribadi. Sinergitas antara Muhammadiyah dengan Aisyiyah di Bontang ini harus terus berjalan,” ujarnya saat menyerahkan aset rumah.

Dalam kesempatan yang sama, diumumkan pula bahwa Bontang telah ditunjuk menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Kaltim pada 2027 mendatang.

Sementara itu, Ketua PDA Bontang, Lifia Indah Pratiwi, menyatakan bahwa tema Muspimda “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan, Mewujudkan Kota Bontang Berkeadilan” adalah jawaban atas berbagai tantangan zaman, termasuk kesenjangan pendidikan dan kekerasan terhadap perempuan.

“Perempuan berkemajuan dimaknai sebagai perempuan yang memiliki pola pikir dan kondisi kehidupan yang maju dalam segala aspek, tanpa mengalami hambatan dan diskriminasi, baik secara struktural maupun kultural,” tegas Lifia.

Acara Muspimda ini diikuti oleh 43 peserta dari jajaran PDA dan Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kota Bontang, serta dirangkai dengan Seminar Ketahanan Pangan yang diisi oleh perwakilan dari DKP3 Bontang. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: pdmbontang.com

Menu