PORTAL BONTANG – Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Tenggarong, Faridah mengakui bahwa pihaknya kekurangan tenaga profesional. Seperti petugas pelayanan psikologi klinis, konselor psikologi dan konselor hukum.

Faridah menyatakan, kondisi tersebut membuat ketimpangan. Di mana, jumlah kasus yang ditangani UPTD PPA Tenggarong tak pernah sebanding dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Tiap bidang di UPTD hanya diisi satu orang saja.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DKP3A) Kutai kertanegara pun merekrut tenaga profesional baru untuk ditempatkan di UPTD PPA Tenggarong.

“Penambahan petugas baru ini agar penanganan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di Kutai Kertanegara semakin maksimal,” ungkap Faridah.

Baca Juga:   Kementerian PPPA Sambut Delegasi ASEAN Children's Forum di Jakarta

Formasi yang direkrut antara lain psikologi klinis, konselor psikologi, dan konselor hukum. Perekrutan telah berlangsung selama dua hari, dari 27 Oktober hingga 28 Oktober 2022.

Faridah menyatakan, dengan perekrutan tersebut, maka tiap bidang tidak hanya diisi oleh satu orang saja.

“Dengan tambahan tenaga ini, bidang pelayanan psikologi klinis, konselor psikologi dan konselor hukum akan memiliki dua petugas,” pungkasnya. ***