PORTAL BONTANG – Demi syiarkan Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Arif Mulyono dan Nurlaili, pasangan suami istri dari Kabupaten Purbalingga ini bersepeda menuju Solo.

Anggota dari PCM Kecamatan Bukateja tersebut diperkirakan menempuh jarak kurang lebih 300 kilometer. Nurlaili menyampaikan, motivasi bersepeda dari Purbalingga ke Solo adalah dalam rangka melakukan syiar Muktamar Muhammadiyah kepada masyarakat luas melalui sepeda.

“Biasanya kami bersepeda bersilaturahmi dengan komunitas sepeda luar kota lainnya. Nah saat ini mau ada Muktamar kenapa tidak kita bersepeda untuk mensyiarkan muktamar Muhammadiyah melalui bersepeda,” kata Nurlaili saat ditemui Ketua Panitia Gowes Muktamar di Sekretariat Panitia Muktamar Gedung Edutorium KH.Ahmad Dahlan, dikutip PortalBontang.com dari situs resmi muktamar48.id.

Nurlaili mengisahkan, ia dan suaminya bersepeda selama 3 hari 2 malam dari Purbalingga pada Kamis, 10 November 2022.

Malam pertama di perjalanan, Nurlaili dan Arif Mulyono bermalam di Jatibarang, Purworejo di tempat Komunitas Sepeda Mini (Minions) Purworejo.

“Malam kedua kami singgah di rumahnya Bapak Amin Rais di Jogja. Kesannya luar biasanya. Kita happy,” kata Nurlaili yang bersama Arif Mulyono tergabung dalam Komunitas Sepeda Mini Purbalingga yang bernama Mlipir.

Baca Juga:   Resmikan Masjid Ad Da'wah Samarinda, Haedar Nashir: Bukti Kemajuan Muhammadiyah Kaltim

“Kami juga minta izin dengan Komunitas Sepeda Mini Purbalingga, Mlipir namanya. Kami berdua juga ikut Muktamaride kemarin itu,” kata Nurlaili yang sempat mengalami kram kaki sehingga harus menginap di hotel saat sampai di Yogyakarta.

“Pas sudah mau masuk jalur Jalan Jogja Solo itu kaki saya kram. Jadi harus cari hotel untuk menginap. Kejadian itu terjadi setelah dari rumah Pak Amin Rais,” kata Nurlaili.

Sementara itu, Arif Mulyono menyampaikan bisa bersepeda dari Purbalingga menuju Kota Solo memang terasa letih namun senang di dalam hati.

“Lelah tapi bahagia,” kata Arif saat ditanya kesannya bersepeda.

Disampaikan Arif, tujuan gowes dari Purbalingga ke Kota Solo ini untuk ikut serta syiar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah lewat olahraga sepeda.

“Mengenalkan event Muktamar Muhammadiyah kepada komunitas sepeda yang kita jumpai agar tahu. Saat ketemu mereka bilang; “oh ini mau ke muktamar ya”. Dari komunitas sepeda onthel, Seli dan foto bersama,” kata Arif

Baca Juga:   Pesan Haedar Nashir untuk Pemuda dalam Konsolidasi Kebangsaan Angkatan Muda Muhammadiyah

Saat ditanya soal dana yang dihabiskan untuk keperluan gowes, dari Purbalingga ke Kota Solo, pasangan suami istri ini dengan terbuka menyebut senilai Rp2 juta.

Sangu 2 juta. Sudah cukup kalau hotel dan makan. Kalau lebih (masih sisa) ya buat modal jual martabak. Kami berdua ini usaha dagang martabak,” kata Arif Mulyono dan diiyakan Nurlaili.

Mengenal pelaksanaan muktamar, Arif Mulyono berharap, dengan muktamar kali ini semoga Muhammadiyah bisa mencerahkan semesta.

“Harapannya Muhammadiyah bisa membawa Indonesia sejahtera. Umat yang berislam (berperilaku Islami,” tambah Nurlaili.

Sementara itu, Ketua Pantia Gowes to Muktamar, Taufiq Nugroho mewakili panitia penerima menyambut gembira kedatangan pasangan gowes dari Purbalingga, Arif Mulyono dan Nurlaili.

“Beliau berdua ini gowes mandiri tanpa dibiayai siapapun. Memiliki semangat yang luar biasa untuk menyemarakkan dan menggembirakan muktamar Muhammadiyah,” ujar Taufiq Nugroho.

Taufiq menyampaikan, mereka berdua akan berada di Kota Solo sampai muktamar selesai 20 November.

“Insyaallah selama di Solo nanti akan panitia sediakan penginapan yang layak untuk istirahat,” ujarnya. ***