Portalbontang.com, Bontang – Pertarungan krusial menanti Timnas Indonesia saat bertandang ke markas Arab Saudi dalam lanjutan Putaran Ke-4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, menjelang laga di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 9 Oktober mendatang, kedua kubu dihadapkan pada situasi yang kontras.
Di satu sisi, skuad Garuda menatap laga dengan kepercayaan diri tinggi berkat rekor positif di pertemuan sebelumnya. Di sisi lain, sang tuan rumah, Arab Saudi, justru tengah dipusingkan dengan kondisi kebugaran kapten sekaligus pemain bintang mereka, Salem Al Dawsari.
Winger andalan Al Hilal itu dilaporkan mengalami cedera panggul dan diragukan tampil. Meskipun namanya tetap masuk dalam daftar 27 pemain yang dipanggil pelatih Herve Renard, kondisinya masih menjadi misteri besar.
“Meski begitu, staf medis Arab Saudi tetap memberikan izin kepada Salem guna mengikuti pemusatan latihan setelah dua hari beristirahat,” tulis media lokal Arab Saudi, Arriyadiyah, pada Selasa (30/9/2025).
Absennya Al Dawsari, yang musim lalu mencetak 27 gol dan 18 assist, tentu bisa menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh lini pertahanan kanan Indonesia yang kemungkinan akan diisi Yakob Sayuri.
Unggul Nilai Skuad, Garuda Tetap Waspada
Fakta menarik lainnya datang dari perbandingan nilai pasar kedua tim. Berdasarkan data Transfermarkt, valuasi skuad Timnas Indonesia saat ini mencapai 32,15 juta euro (sekitar Rp546 miliar), sedikit di atas Arab Saudi yang berada di angka 30,6 juta euro (sekitar Rp520 miliar).
Pemain seperti Jay Idzes (Rp127,5 miliar) dan Kevin Diks (Rp85 miliar) menjadi penyumbang nilai tertinggi di kubu Garuda. Sementara di kubu Arab Saudi, penyerang Firas Al Buraikan menjadi yang termahal dengan nilai pasar 4,5 juta euro (sekitar Rp76,5 miliar).
Meski unggul di atas kertas dan berpotensi diuntungkan dengan cederanya Al Dawsari, pelatih Patrick Kluivert harus tetap waspada. Arab Saudi masih memiliki pemain berbahaya seperti bek sayap RC Lens, Saud Abdulhamid, dan penyerang tajam Firas Al Buraikan.
Kini, harapan publik tertumpu pada racikan strategi Kluivert dan kembalinya striker Ole Romeny yang juga sempat cedera. Jika mampu tampil disiplin dan memanfaatkan setiap peluang, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia akan kembali menciptakan sejarah di tanah Arab. ***