PORTAL BONTANG – Berikut hasil investigasi visual tim gabungan pascainsiden Jembatan Mahakam di Samarinda pasca ditabrak kapal tongkang batubara, secara struktural kondisi jembatan masih dalam keadaan aman dilintasi, namun tim tetap melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir melintas pasca-insiden dua hari lalu, karena berdasarkan hasil Investigasi tim gabungan dari lintas instansi, Jembatan Mahakam ini masih aman dilalui,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim M Faisal mewakili Pemprov Kaltim di Samarinda, dikutip PortalBontang.com dari Antara, Senin 26 Desember 2022.

Hingga kini, katanya, tim gabungan terus melakukan pemeriksaan Jembatan Mahakam lebih mendalam lagi, sedangkan jika ada hal-hal yang mengkhawatirkan, maka akan diumumkan ke publik dan dilakukan tindakan lanjutan.

Tim gabungan yang melakukan investigasi ada lima instansi, yakni Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN), Satuan Polairud Polresta Samarinda, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Kaltim, dan Core Team P2JN Kaltim.

Baca Juga:   Mendag Zulkifli Hasan Kunjungi Samarinda, Apresiasi Digitalisasi Pasar Tradisional

Jembatan sepanjang 400 meter yang membentang dari Kecamatan Samarinda Kota hingga Kecamatan Samarinda Seberang ini, mengalami kerusakan pada bagian pilecap pier 3 akibat tumbukan keras yang tertabrak kapal tongkang.

Kronologi kejadian, katanya, pada Jumat 23 Desember 2022, Tugboat TB Mitra Anugerah 1 menarik Tongkang Apol 3017, melintas di Sungai Mahakam sekitar pukul 07.25 pagi.

Saat mendekati Jembatan Mahakam, mesin tugboat tidak dapat menggerakkan kapal dan terjadi hilang kendali, sedangkan akibat arus sungai yang deras, tongkang mengikuti arus atau hanyut dan menabrak pilecap pier 3, sisi hulu Jembatan Mahakam.

Insiden ini sempat menyebabkan goyangan keras pada bangunan atas jembatan. Sementara pada elemen pilecap pier 3 menyebabkan kerusakan dengan dimensi sepanjang 1,5 – 2,3 meter. Lebar bervariasi antara 0,4 – 0,5 meter dan total panjang akibat gesekan mencapai 5 meter.

Baca Juga:   Demo Kelangkaan Solar Subsidi di Samarinda, Wali Kota: Pertamina Seakan Tak Peduli

“Sementara itu, hasil pengecekan oleh tim, maka hal yang akan dilakukan di antaranya menangani kerusakan pada baja tulangan, melakukan perbaikan dengan menggunakan grouting pada area yang mengalami kerusakan akibat tumbukan keras,” ujar Faisal.

Cara yang ditempuh adalah dengan melakukan penguatan FRP/concrete jacketing pada area yang rusak, kemudian melakukan evaluasi pada bagian yang mengalami kerusakan dengan mendapatkan kondisi dan perilaku pier pascaperbaikan.

Elemen pilecap pier 3 Jembatan ini sebelumnya juga pernah ditabrak tongkang/ponton, antara lain pada 28 April 2018, tanggal 30 Juni 2019, dan pada 19 November 2019. ***