Portalbontang.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) kembali menegaskan pentingnya implementasi Solusi Dua Negara sebagai jalan keluar yang adil dan menyeluruh di tengah agresi Israel yang terus memburuk di Palestina.
Sikap tegas Indonesia ini mengemuka seiring menguatnya momentum dukungan global untuk kedaulatan Palestina.
Dalam pernyataan resminya, Kemlu menyuarakan keprihatinan mendalam atas pembunuhan brutal terhadap warga sipil dan situasi tidak manusiawi di Gaza, di mana ribuan orang berada di ambang kelaparan.
Pemerintah Indonesia mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk tidak lagi tinggal diam.
“Masyarakat internasional—khususnya Dewan Keamanan PBB—harus segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan agresi Israel dan memastikan akses bantuan kemanusiaan yang penuh, aman, dan berkelanjutan, termasuk melalui badan-badan PBB,” tulis Kemlu melalui platform X, Jumat (25/7/2025).
Momentum dukungan internasional ini salah satunya datang dari Prancis. Presiden Emmanuel Macron pada Kamis (24/7/2025) menyatakan kesiapan negaranya untuk mengakui Negara Palestina pada September 2025 mendatang.
“Konsisten dengan komitmen bersejarahnya demi perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah, saya telah memutuskan supaya Prancis mengakui Negara Palestina,” ucap Macron dalam pernyataannya.
Bagi Indonesia, dasar perdamaian yang abadi adalah terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, yang dapat hidup berdampingan secara damai dengan Israel.
“Di mana Negara Palestina yang merdeka dan Israel hidup berdampingan secara damai sesuai parameter yang disepakati secara internasional,” kata Kemlu.
Indonesia pun menyambut baik seruan negara-negara lain dan mengajak seluruh dunia untuk bersatu padu mengakhiri konflik.
“Komunitas internasional harus bersatu dalam upaya bersama untuk mengakhiri konflik,” tegas Kemlu.***