Kepercayaan Konsumen AS Terus Merosot Pasca Pemilu, Apa Penyebabnya?

Kepercayaan konsumen AS turun dua bulan berturut-turut pascapemilu, mencerminkan pesimisme terhadap ekonomi di era Presiden Trump.

R
Kepercayaan Konsumen AS Terus Merosot Pasca Pemilu, Apa Penyebabnya?

PORTALBONTANG.com – Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) kembali mencatat penurunan untuk bulan kedua berturut-turut pada Januari, berdasarkan survei terbaru yang dirilis Selasa, 28 Januari 2025.

Tren ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran warga AS terhadap kondisi ekonomi, terutama di bulan pertama kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Sejak resmi menjabat pekan lalu, Trump telah menandatangani sejumlah instruksi eksekutif dan mengancam akan menerapkan tarif tinggi terhadap mitra dagang utama AS, termasuk Meksiko, China, dan Kolombia.

Baca Juga: Terungkap! Kronologi Polisi Temukan Potongan Jasad Uswatun Khasanah di 3 Kota

Dilansir Portalbontang.com dari VOA Indonesia pada Rabu, 29 Januari 2025, para ekonom memperingatkan bahwa kebijakan ini, ditambah dengan rencana deportasi massal, berpotensi mendorong inflasi. Namun, Trump dan tim penasihatnya menepis anggapan tersebut.

Menurut laporan Conference Board, indeks kepercayaan konsumen AS anjlok 5,4 poin menjadi 104,1 pada Januari, dibandingkan angka revisi Desember sebesar 109,5.

Hasil ini lebih rendah dari perkiraan pasar yang memprediksi 108,1, sebagaimana dilaporkan Briefing.com.

“Kelima komponen indeks mengalami penurunan, tetapi penilaian konsumen terhadap situasi saat ini mencatat penurunan terbesar,” ungkap Kepala Ekonom Conference Board, Dana Peterson.

Baca Juga: Sejarah Perayaan Imlek yang Ternyata Hanya Terjadi di Indonesia karena Terjadinya Diskriminasi

Ia menambahkan, “Pandangan terhadap pasar tenaga kerja turun untuk pertama kalinya sejak September, sementara persepsi terhadap kondisi bisnis melemah selama dua bulan berturut-turut.”

Survei tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia di bawah 55 tahun mengalami penurunan kepercayaan yang lebih signifikan, sementara mereka yang berusia di atas 55 tahun justru mencatat sedikit peningkatan.

Dari sisi pendapatan, rumah tangga berpenghasilan lebih dari 125.000 dolar AS per tahun mengalami penurunan kepercayaan terbesar, sedangkan kelompok berpenghasilan rendah justru mencatat peningkatan.

Baca Juga: Belum Ada 24 Jam, Medali Jonatan Christie Rusak, Panitia Indonesia Masters Beri Tanggapan

Di tengah ketidakpastian terhadap langkah Federal Reserve dalam mengatasi inflasi, lebih dari separuh responden meyakini bahwa suku bunga akan meningkat dalam 12 bulan ke depan. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu