Portalbontang.com, Solo – Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya menjawab langsung sorotan publik tentang keaslian ijazah yang selama ini dipertanyakan.
Di tengah maraknya tudingan manipulasi foto dalam dokumen pendidikan, Jokowi menunjukkan berkas aslinya dari SD hingga perguruan tinggi, sekaligus menjawab isu soal kacamata yang tak lagi ia kenakan seperti di foto ijazah.
Berlokasi di kediamannya di Solo pada Rabu, 16 April 2025, Jokowi menghadirkan para wartawan untuk menyaksikan langsung penampilan fisik ijazahnya.
Ia membuka satu per satu dokumen dari SDN Tirtoyoso, SMPN 1 Surakarta, SMAN 6 Surakarta, hingga ijazah sarjana dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Saya baru memutuskan untuk memperlihatkan kepada Bapak-Ibu baru tadi malam,” ungkap Jokowi di depan awak media.
Ia pun berseloroh sambil memperlihatkan map tempat menyimpan dokumen-dokumen itu, “Kalau ini stopmap asli dari UGM, kalau yang ini bukan,” ujarnya sambil tersenyum.
Ketika ditanya soal fotonya yang berkacamata dalam ijazah tapi kini tak pernah terlihat mengenakan kacamata, Jokowi menjawab santai, “Oh yang itu sudah pecah,” singkatnya.
Roy Suryo: “99,9 Persen Itu Bukan Jokowi”
Sebelumnya, pernyataan Roy Suryo dalam sebuah podcast menggegerkan publik. Ia mengklaim bahwa foto dalam ijazah Jokowi adalah hasil rekayasa.
“Saya pastikan itu bukan Jokowi, 99,9 persen itu bukan Jokowi,” ujar Roy Suryo tegas dalam siaran bersama Abraham Samad.
Baca Juga: iPhone 17 Pro Hadir September 2025: Desain Baru, Kamera 48MP, dan Fitur AI Canggih
Roy menuding bahwa foto tersebut milik orang lain yang memiliki kemiripan, dan menyebut ada indikasi manipulasi visual.
Ia bahkan mempertanyakan skripsi Jokowi yang dianggap tak memiliki lembar pengesahan dosen.
UGM & Mahfud MD: Ijazah Jokowi Sah
Menanggapi kontroversi tersebut, pihak Universitas Gadjah Mada melalui Wakil Rektor Pendidikan, Prof. Wening Udasmoro, menegaskan bahwa Jokowi benar-benar menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM dan lulus secara sah.
“Kami siap menunjukkan bukti akademik jika dibutuhkan di pengadilan,” jelas Wening.
Baca Juga: Tak Hanya Pasien, Dokter Kandungan di Garut Diduga Juga Lecehkan Perawat, dan Bidan
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD menambahkan bahwa UGM adalah institusi akademik bereputasi tinggi dan tidak mungkin memalsukan ijazah.
Meskipun belum secara eksplisit mengajukan gugatan, Jokowi memberi sinyal kuat akan mengambil tindakan hukum atas tudingan tidak berdasar ini.
“Saya menunjukkan ini untuk menjawab keraguan publik, bukan karena ada kewajiban hukum,” tegasnya.
Adapun gugatan terhadap keaslian ijazah ini telah masuk ke Pengadilan Negeri Solo oleh kelompok yang menamakan diri TIPU UGM. Namun sejauh ini, belum ada keputusan final.
Kontroversi ijazah Jokowi pertama kali mencuat pada masa kampanye pemilu lalu dan kembali memanas menjelang Pilpres 2029, di mana eksistensi figur Jokowi tetap berdampak besar dalam politik nasional.
Isu ini juga menjadi senjata politik bagi beberapa pihak yang masih mempertanyakan integritas pejabat publik di era digital.
Di sisi lain, survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa 72% responden tetap percaya pada kredibilitas Jokowi meskipun isu ijazah terus bergulir.
Baca Juga: Waspada! Penipuan Catut Nama Ketua Muhammadiyah Bontang Lewat WhatsApp
Dukungan publik dianggap masih kuat karena gaya komunikasi Jokowi yang terbuka dan sederhana. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A