Terobosan Baru UMM: Tak Pandang Jurusan, Ribuan Mahasiswa Baru Kini Wajib Belajar Coding

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) wajibkan seluruh mahasiswa baru belajar coding. Ini bagian dari visi Rektor agar lulusan kuasai 3 bahasa.

M
Terobosan Baru UMM: Tak Pandang Jurusan, Ribuan Mahasiswa Baru Kini Wajib Belajar Coding

Portalbontang.com, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah inovatif dengan membekali seluruh mahasiswa baru “Gen 25” keterampilan bahasa masa depan, yaitu pemrograman.

Kebijakan ini berlaku wajib bagi semua mahasiswa, tanpa memandang latar belakang jurusan mereka.

Berdasarkan rilis berita resmi UMM 28 Oktober 2025 lalu, program ini merupakan salah satu dari 10 program utama Rektor UMM.

Tujuannya adalah untuk memastikan lulusan UMM menguasai tiga bahasa penting: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Pemrograman.

Untuk mewujudkan visi ini, para mahasiswa baru telah mengikuti pelatihan intensif selama empat hari, yang berfokus pada Computational Thinking (pola pikir komputasi) dan dasar-dasar coding menggunakan bahasa Python.

Kepala Sistem Informasi dan Pelatihan Digital UMM, Aminuddin menjelaskan bahwa bahasa Python dipilih karena dinilai paling mudah bagi pemula.

“Logic dalam komputer kita tanamkan dalam bahasa pemrograman agar memudahkan untuk para pemula,” ujar Aminuddin.

Pelatihan ini tidak hanya teori. Setelahnya, mahasiswa ditugaskan membuat proyek mini berupa kalkulator atau aplikasi kasir sederhana untuk mengasah pemahaman mereka tentang alur inti pemrograman: input, proses, dan output data.

Aminuddin optimis keterampilan ini akan berdampak luas, bahkan membuka peluang switch career bagi lulusan non-teknik. Ia mencontohkan, bahasa Python kini sangat vital untuk analisis data penelitian kuantitatif.

“Jadi penelitian yang bersifat kuantitatif dapat kita olah menggunakan Python. Saya optimis, potensi ini terbuka lebar tidak hanya bagi lulusan eksakta tetapi juga rumpun sosial,” katanya.

Antusiasme pun datang dari mahasiswa di luar rumpun IT. Rahma Fariza Cahya Ningtyas, seorang mahasiswi Agribisnis, mengaku wawasannya menjadi terbuka lebar setelah mengikuti pelatihan.

“Pelatihan ini membuka wawasan saya, karna selama ini kita only pengguna dan sekarang sebagai pembuat. Hal ini menjadikan saya lebih tertarik ingin membuat hal baru dari coding-coding tersebut,” tuturnya. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: UMM

Menu