Portalbontang.com, Bontang – Menjelang peringatan usianya yang ke-113 pada 18 November 2025, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan tema besar “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”.
Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan penegasan komitmen gerakan sekaligus seruan moral bagi negara untuk mewujudkan keadilan sosial yang merata.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam keterangan resminya, Rabu (1/10/2025), menjelaskan bahwa tema ini memiliki dua tujuan utama.
Pertama, untuk memperkuat dan memperluas gerakan internal Muhammadiyah dalam memajukan kesejahteraan lahir dan batin masyarakat.
Kedua, tema ini menjadi desakan bagi pemerintah untuk merealisasikan amanat konstitusi secara nyata. Haedar menyoroti masalah kesenjangan sosial-ekonomi yang masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia.
“Muhammadiyah meletakkan kesejahteraan dalam konteks kehidupan bangsa yang memiliki kaitan subtansial dengan perintah konstitusi kepada Pemerintah Negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu ‘memajukan kesejahteraan umum’,” jelas Haedar.
Ia pun menegaskan bahwa kemakmuran pasca-kemerdekaan harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Bangsa Indonesia setelah merdeka harus maju kesejahteraannya yang merata kepada seluruh rakyat, bukan terbatas pada sebagian golongan bangsa saja, lebih-lebih hanya golongan kecil,” tegas Haedar.
Menurutnya, komitmen Muhammadiyah terhadap kesejahteraan bangsa telah tertanam kuat sejak awal berdirinya. Hal ini tercermin dalam dokumen-dokumen fundamental organisasi, seperti Muqaddimah Anggaran Dasar dan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH).
Di tengah dinamika kebangsaan yang kompleks, Haedar menyebut Milad ke-113 ini menjadi momentum bagi Muhammadiyah untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaannya demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur, sejalan dengan cita-cita “Baldatun Thayyibatun Wa rabbun Ghafur”. ***