PORTAL BONTANG – Menjelang masuknya Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kaltim, pertumbuhan penduduk Kaltim pun meningkat secara masif. Hal ini pun diakui oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita.

Biasanya, ujar Soraya, pertumbuhan penduduk lebih banyak dipengaruhi oleh angka kelahiran. Tetapi di tahun 2022, angka kelahiran di Kaltim masih dalam kategori wajar, yakni sekitar 42 ribu jiwa.

“Tapi kalau di Kaltim ini, kayaknya lebih banyak migrasi karena kalau dilihat pertumbuhan (kelahiran) masih wajar,” ungkap Soraya.

Soraya menambahkan, pihaknya melakukan koordinasi bersama BKKBN Kaltim yang memang 2 OPD ini memiliki garis koordinasi horizontal dalam hal terkait pengendalian penduduk.

Baca Juga:   DKP3A Kaltim Ingin Perempuan Mandiri Secara Ekonomi, Ini yang Dilakukan Bidang Kesetaraan Gender

“Kalau Dalduk dan KB ini kan, memang kita DKP3A garis koordinasinya di provinsi ada BKKBN. Jadi dalam rangka menekan jumlah penduduk, kami terus berkoordinasi,” kata Soraya.

Berbagai program mereka laksanakan untuk menekan pertumbuhan penduduk. Seperti program keluarga berencana. Namun ia menyatakan, diperlukannya program khusus terkait migrasi sehingga bisa dibatasi mobilitasinya. Khususnya, di wilayah perbatasan.

“Apalagi Kota Balikpapan dan Kota Samarinda menjadi wilayah keluar masuk masyarakat atau warga pendatang yang perlu mendapat pengawasan lebih,” pungkasnya. ***