PORTAL BONTANG – Dokter Spesialis Respirologi Pulmo (Paru), Heidy Agustin, mengingatkan masyarakat tentang bahaya penyakit paru-paru yang rentan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
Ia menuturkan, data menunjukkan bahwa 60 persen pasien pneumonia (radang paru-paru) yang dirawat di ICU meninggal dunia.
“Penyakit paru-paru menjadi salah satu fokus utama kesehatan saat ini, terutama setelah melewati dua era pandemi, H1N1 (flu babi) pada 2009 dan Covid-19 pada 2020,” ujar Heidy kepada wartawan di Jakarta,dilansir Portalbontang.com dari RRI.
Baca Juga: Pemkot Bontang Sabet Opini WTP dari BPK RI 10 Kali Berturut-Turut
Heidy menekankan bahwa kedua pandemi tersebut menyerang paru-paru dan menimbulkan dampak serius.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi pandemi di masa depan.
“Kita harus siap menghadapi pandemi berikutnya. Dari pengalaman, hampir pasti pandemi yang akan datang juga akan berdampak pada paru-paru,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heidy mengungkapkan bahwa dirinya bersama ribuan dokter spesialis paru lainnya telah membahas persiapan dan kebijakan internasional untuk mengantisipasi pandemi di masa depan.
Baca Juga: Rekomendasi Smartphone Terbaik 2024: Performa Tangguh untuk Kebutuhan Anda!
“Kami membahas berbagai strategi, termasuk persiapan vaksin, obat-obatan, imunologi, dan sistem kekebalan tubuh,” jelas Heidy.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof. DR. Dr. Erlina Burhan menggarisbawahi pentingnya pertahanan tubuh dalam menghadapi pandemi.
Ia menekankan bahwa vaksin dan obat-obatan memang penting, namun pencegahan melalui peningkatan sistem kekebalan tubuh juga tak kalah krusial.
Baca Juga: Rahasia Menjaga Smartphone Tetap Awet dan Prima
“Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Nutrisi yang baik juga berperan penting dalam meningkatkan imunitas,” tutur Erlina.
***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A