PORTAL BONTANG – Dokter spesialis bedah toraks kardiak dan vaskular dari RSU Fatmawati Jakarta, dr. Ermono Superaya Sp. BTKV meluruskan beberapa mitos seputar paru-paru basah.
Termasuk mitos yang mengaitkan kebiasaan tidur di lantai dan menggunakan kipas angin menghadap badan dengan paru-paru basah.
Faktanya, tidur di lantai dan penggunaan kipas angin tidak secara langsung menyebabkan paru-paru basah. Bagaimana penjelasannya?
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat, Amalan Pasca Ramadhan, Jadikan Pola Hidup Terus Positif
Dikutip Portalbontang.com dari Antara, paru-paru basah, atau yang dikenal sebagai efusi pleura, terjadi akibat adanya penumpukan cairan di antara selaput pleura yang melapisi paru-paru dan dinding dada.
Penyebab utama paru-paru basah adalah infeksi pada paru-paru atau penyakit jantung.
Infeksi paru-paru dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri, virus, atau jamur.
Baca Juga: ASN Mulai Pindah ke IKN September 2024, Masing-Masing Dapat 1 Unit Apartemen Seluas 98 Meter Persegi
Sedangkan penyakit jantung yang dapat menyebabkan paru-paru basah antara lain gagal jantung dan penyakit katup jantung.
Kebiasaan tidur di lantai memang tidak secara langsung menyebabkan paru-paru basah.
Namun, tidur di lantai yang kotor dan berdebu dapat meningkatkan risiko infeksi paru-paru, yang pada akhirnya dapat berujung pada paru-paru basah.
Baca Juga: Kabar Gembira, Menpan RB Siapkan Formasi ASN Khusus Putra Putri Kalimantan untuk IKN
Penggunaan kipas angin yang menghadap langsung ke badan semalaman juga bukan penyebab utama paru-paru basah.
Namun, hal ini dapat memperparah kondisi paru-paru basah yang sudah ada.
Debu dari kipas angin yang kotor dan berdebu dapat mengendap di paru-paru dan memicu reaksi inflamasi.
Hal ini dapat memperburuk gejala paru-paru basah, seperti batuk, sesak napas, dan nyeri dada.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kipas angin dan tidak mengarahkannya langsung ke badan saat tidur.
Berikut beberapa tips untuk mencegah paru-paru basah:
Baca Juga: Diet Rendah Gula dan Kaya Sayur Bantu Turunkan Risiko Gagal Jantung
- Rutin berolahraga
- Memakai masker saat berada di tempat yang berdebu atau berasap
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Menghindari paparan asap rokok - Menjalani vaksinasi pneumonia
“Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala paru-paru basah, seperti batuk, sesak napas, dan nyeri dada,” ujarnya.
Dengan mengetahui fakta-fakta seputar paru-paru basah dan menerapkan gaya hidup sehat, Anda dapat terhindar dari penyakit ini.***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A