Benarkah Galon Isi Ulang Berbahaya? Simak Fakta Lengkap dari Para Ahli

Benarkah galon isi ulang mengandung BPA berbahaya? Simak penjelasan lengkap dari BPOM, Kemenperin, dan para ahli mengenai keamanan dan manfaatnya.

M
Benarkah Galon Isi Ulang Berbahaya? Simak Fakta Lengkap dari Para Ahli

Portalbontang.com, Jakarta – Kekhawatiran mengenai bahaya Bisfenol A (BPA) pada galon air minum isi ulang berbahan polikarbonat (PC) kerap menjadi perbincangan.

Namun, benarkah galon yang telah digunakan puluhan tahun ini berisiko bagi kesehatan? Jawabannya, menurut para ahli dan lembaga regulator, adalah tidak.

Faktanya, konsensus dari berbagai lembaga tepercaya di dalam dan luar negeri menegaskan bahwa galon guna ulang adalah pilihan yang aman dan ramah lingkungan.

Terbukti Aman oleh Lembaga Pemerintah


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara konsisten memastikan keamanan galon yang beredar di masyarakat. “Galon guna ulang masih aman digunakan,” kata Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Dwiana Andayani.

Penegasan ini diperkuat oleh hasil uji dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). “Untuk pengujian BPA di dalam air galon polikarbonat yang pernah kami lakukan, baik sebelum digunakan atau setelah digunakan masyarakat, rata-rata adalah negatif BPA,” jelas Irma Rumondang dari Balai Besar Standardisasi Kemenperin.

Bahkan, riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan fakta menarik. Menurut periset Ahli Madya PRTP BRIN, Syuhada, semakin sering galon digunakan, migrasi BPA justru cenderung berkurang.

“Semakin lama wadah itu digunakan, semakin kecil pula kemungkinan paparan BPA yang dapat terjadi,” tegas Syuhada.

Juara untuk Menjaga Lingkungan


Selain aman untuk kesehatan, galon isi ulang adalah pahlawan bagi lingkungan. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mendorong penggunaan galon guna ulang untuk mengurangi sampah plastik.

Satu galon bisa dipakai kembali hingga 40 kali, yang berpotensi mengurangi konsumsi biji plastik murni hingga 250 ribu ton per tahun.

Dukungan serupa datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). “Walhi sangat mendukung penggunaan galon guna ulang sebagai solusi konkret untuk mengurangi timbulan sampah plastik,” kata Juru Kampanye Walhi Jakarta, Muhammad Aminullah.

Nihil Laporan Kasus Medis


Para ahli pangan dan dokter spesialis juga menegaskan bahwa hingga kini belum pernah ada satu pun laporan kasus medis, baik di Indonesia maupun di dunia, yang disebabkan oleh konsumsi air dari galon polikarbonat.

“Belum ada juga kasus di Indonesia dan di luar negeri juga terkena penyakit dari kandungan BPA ini,” kata Hermawan Seftiono, anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI).

Dengan demikian, di tengah maraknya informasi, fakta ilmiah dan data dari lembaga berwenang menunjukkan bahwa masyarakat dapat terus menggunakan galon isi ulang tanpa perlu cemas.

Pilihan ini tidak hanya cerdas bagi kesehatan keluarga, tetapi juga merupakan kontribusi nyata untuk menjaga bumi.***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Info Publik

Menu