PORTAL BONTANG – Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Hotel Ika Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat, 11 November 2022 lalu.

Mewakili Kepala DKP3A Kaltim Noryani Sorayalita, FGD pendampingan Kabupaten Layak Anak dipimpin oleh Kepala Seksi Tumbuh Kembang Anak Nova Paranoan.

Dalam sambutannya, FGD ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam pendampingan gugus tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di daerah. Peserta FGD akan diberikan arahan terkait pemenuhan hak-hak anak.

“Upaya pemenuhan itu, yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Melalui peningkatan peran, tugas pokok dan fungsi masing-masing gugus tugas KLA,”ungkap Nova.

Baca Juga:   Pernikahan Dini Mulai Marak, Ini Faktor Penyebab Kata Kepala DKP3A Kaltim

FGD ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten PPU, Chairur Rozikin. Secara pengalaman, Kabupaten PPU telah beberapa kali meraih penilaian dalam evaluasi Kabupaten Layak Anak.

Di mana, pihaknya meraih predikat pratama dengan nilai 500-600. Predikat pratama dipertahankan oleh Dinas P3AP2KB sejak 2017.

Chairur mengakui, pihaknya akan terus meningkatkan nilai KLA hingga mampu meraih predikat madya dan nindya.

“Kami berkeyakinan dalam penilaian yang akan datang. Naik satu tingkat dari pratama, menjadi madya, bahkan bisa naik menjadi nindya. Namun hal itu membutuhkan dukungan berbagai sektor. tentu komitmen kita bersama, dari berbagai koordinator klaster di PPU,” tegasnya. ***