PORTAL BONTANG – Kelompok-kelompok HAM dan para pendukung seorang jurnalis Rwanda yang dikenal sebagai wartawan independen yang kerap melaporkan berita-berita kritis mengenai pemerintah, menyerukan agar dilakukan investigasi yang menyeluruh dan tidak memihak atas kematiannya.

Polisi Rwanda mengatakan John Williams Ntwali tewas dalam kecelakaan sepeda motor di ibu kota, Kigali, sekitar pukul 2:50 pagi waktu setempat, Rabu (18/1).

Berbicara kepada VOA, juru bicara polisi lalu lintas Irene Irere mengatakan, sebuah mobil menabrak sepeda motor Ntwali, menewaskan dirinya dan melukai seorang penumpang yang diboncengnya.

Ntwali adalah pendiri dan pemimpin redaksi situs berita Ireme.net dan saluran YouTube Pax TV. Kedua saluran itu menerbitkan berita-berita investigasi yang terkadang dianggap kritis terhadap pemerintah Rwanda. Kisah-kisah Ntwali berfokus pada isu-isu HAM, kegagalan pemerintah, dan kisah-kisah yang berkaitan dengan peradilan.

Baca Juga:   Biden Belum Berhasil Bujuk Belanda Bergabung dalam Larangan Ekspor Cip ke China

“Investigasi terhadap kasus ini dilakukan seperti biasa ketika terjadi kecelakaan di jalan raya. Hasilnya akan diberikan kepada jaksa penuntut untuk proses peradilan yang normal,” kata Irere.

Dia juga mengatakan bahwa orang yang berboncengan dengan Ntwali di sepeda motor telah ditahan. Pengemudi mobil, kata pihak berwenang, ditahan di kantor Polisi Distrik Kicukiro di Kigali.

Kematian Ntwali, yang tidak diumumkan hingga Kamis sore (19/1), mengejutkan banyak wartawan dan politisi, terutama mereka yang kritis terhadap catatan HAM pemerintah Rwanda. Sebagian dari mereka menyatakan skeptis dan mengatakan bahwa mereka menginginkan investigasi yang tidak memihak atas kematiannya, dan menyarankan adanya kemungkinan keterlibatan pakar internasional. [vm/pp]

***

Baca Juga:   DKP3A Kaltim Dorong Partisipasi Perempuan di Dunia Politik

Berita ini telah terbit di VOA Indonesia, mitra resmi dari Portalbontang.com.