PORTAL BONTANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan vaksinasi booster kedua COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis 24 November 2022.

Dengan penyuntikan vaksinasi booster kedua tersebut, artinya Presiden Jokowi telah memperoleh vaksinasi COVID-19 sebanyak empat kali yakni vaksin dosis 1, vaksin dosis 2, vaksin booster 1 dan kini vaksin booster 2.

Vaksin yang digunakan oleh Presiden Jokowi dalam vaksinasi booster kedua merupakan vaksin IndoVac yang diproduksi oleh perusahaan milik negara, seperti dikutip PortalBontang.com dari Info Publik.

Berdasarkan pantauan melalui siaran virtual kanal youtube Setpres/BPMI, nampak sejumlah menteri juga ikut melakukan penyuntikan vaksin COVID-19 booster kedua, juga sejumlah penduduk di sekitar lokasi Istana Bogor, utamanya yang berusia lanjut atau lansia.

Baca Juga:   Jokowi Akui Sulit Pertemukan Rusia-Ukraina, Misi Perdamaian RI Gagal?

Setelah disuntik vaksin COVID-19, Presiden langsung memberikan keterangan pers yang sebagian besar mengimbau masyarakat khususnya lansia. Untuk segera melakukan vaksinasi booster kedua dalam waktu dekat.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengizinkan pemberian vaksin booster COVID-19 dosis kedua, atau suntikan keempat, kepada lansia berusia di atas 60 tahun.

Kebijakan vaksin booster kedua untuk lansia ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia.

Berlaku efektif sejak ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 22 November 2022.

Dikutip PortalBontang.com dari situs resmi Kemenkes RI, Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan, M. Syahril menyebutkan kebijakan vaksi booster kedua untuk lansia ini dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat COVID-19.

Baca Juga:   Jokowi Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada di Tengah Masa Transisi COVID

Di saat bersamaan, SE tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong Pemerintah Daerah dan fasyankes penyelenggara vaksinasi baik pemerintah maupun swasta untuk melakukan vaksinasi COVID-19 booster kedua bagi lansia. ***