PORTAL BONTANG – KBGO atau Kekerasan Berbasis Gender Online merupakan bentuk kekerasan yang dilakukan didasarkan atas seks atau gender yang terjadi di dalam ruang digital. Sampai saat ini, masyarakat masih belum memahami dampak korban tersebut.

Menurut Koordinator Tim Psikolog UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Samarinda Ayunda Rahmadani, dampak yang diterima korban KBGO memang tidak secara fisik.

“Jadi dampaknya secara psikologis. Karena serangannya berbasis online, jadi memang tidak menyerang secara fisik. Tetapi secara psikis,” ungkap Ayunda.

Ia mengakui, selama pengalaman ia menangani korban KBGO, korban merasakan perasaan kalut, kebingungan dan cemas. Ia selalu mengalami rasa tidak aman ketika menggunakan handphone.

Baca Juga:   Provinsi Kaltim Punya 10 Puspaga, Belajar Pengasuhan Anak Bisa di Sini

“Sepanjang pengalaman saya, korban merasa kalut, takut, bingung, cemas dan khawatir jika ada notifikasi muncul di handphone. Ia jadi hati-hati untuk mengecek handphonenya,” katanya.

Ayunda menyatakan, apabila jika tidak ditangani lebih cepat, maka dampak korban tersebut akan berkembang menjadi sistem trauma. Seperti depresi ataupun Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Ia berharap agar keluarga korban ataupun orang terdekatnya bisa memberikan bantuan kepada korban dengan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwenang ataupun ke UPTD PPA Kota Samarinda. ***