PORTAL BONTANG – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan meminta semua negara di dunia untuk menamai salah satu stadionnya dengan menggunakan nama legenda sepak bola asal Brazil, Pele, kata Presiden Gianni Infantino, Senin (2/1).

Infantino berada di Kota Santos, Brazil, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ikon sepak bola dunia yang disebut sebagai pemain terhebat sepanjang masa. Pele tutup usia pada Kamis (29/12) di usia 82 tahun.

“Kami akan meminta setiap negara di dunia untuk menamai salah satu stadion sepak bola mereka dengan nama Pele,” kata Infantino kepada wartawan di Vila Belmiro, stadion tempat pemain yang dikenal sebagai “The King” pertama kali meledak ke dunia melalui klub lamanya, Santos FC.

Infantino adalah salah satu orang pertama yang memberi penghormatan sebelum peti jenazah Pele dibuka, yang dipajang di tengah lapangan di stadion Vila Belmiro. Ia menghadiri peringatan 24 jam bersama dengan para ketua konfederasi sepak bola Amerika Selatan dan Brazil.

Baca Juga:   Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, FIFA Kibarkan Bendera Setengah Tiang

“Kami di sini dengan sangat sedih,” kata Infantino. “Pele abadi. Dia adalah ikon sepak bola dunia.”

FIFA telah mengibarkan bendera dunia setengah tiang pada Jumat (30/12) di luar markas besarnya di Zurich untuk menghormati Pele. Organisasi tersebut menobatkan Pele sebagai pemain terhebat pada abad ke-20.

Pele, satu-satunya pemain dalam sejarah yang memenangkan tiga Piala Dunia, meninggal di rumah sakit Sao Paulo setelah lama berjuang melawan kanker.

Penghormatan Terakhir Brazil

Sementara itu, Brazil mulai memberikan penghormatan terakhirnya pada Senin (2/1) kepada Pele dengan berjaga selama 24 jam di stadion tempat ia pertama kali berhasil menarik perhatian dunia dengan keterampilannya yang mempesona.

Baca Juga:   Pesta Gol Spanyol vs Kosta Rika, 7-0 Tanpa Balas

Sepanjang hari, ribuan penggemar dan pejabat sepak bola perlahan-lahan memenuhi Vila Belmiro, rumah bagi klub lama Pele, Santos.

Semakin banyak warga yang bergabung dalam antrean pelayat saat malam tiba. Mereka menunggu giliran untuk berjalan melewati jenazah “O Rei” (Sang Raja), yang disemayamkan di tengah lapangan.

Peti mati Pele dibungkus dengan bendera Santos dan Brazil dan dikelilingi oleh bunga putih, termasuk karangan bunga dari sejumlah pihak seperti klub sepak bola Real Madrid dan bintang Brazil saat ini Neymar, yang ayahnya turut hadir dalam prosesi tersebut.

Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dan istrinya juga mengirimkan karangan bunga, lapor media setempat. [ah/rs]

***

Berita ini telah terbit di VOA Indonesia, mitra resmi dari Portalbontang.com.