PORTAL BONTANG – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita berharap para pengambil kebijakan di kabupaten/kota memiliki komitmen dalam pelembagaan data terpilah anak.

Mengingat betapa pentingnya terpilah anak untuk pemangku kebijakan dalam membuat program yang lebih responsif gender dan peduli anak, kata Kepala DKP3A Kaltim tersebut.

“Pentingnya data terpilah anak untuk membangun sistem komunikasi antara provinsi dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan pengumpulan atau pengolahan data terpilah anak dan meningkatkan ketersediaan dan pemanfaatan data yang responsif gender dan peduli anak.”

“OPD dan intansi vertikal bisa bersinergi terkait data-data terpilah yang berkaitan, sehingga data ini selanjutnya bisa menjadi bahan bagi perangkat daerah merencanakan program dan kegiatan yang berbasis data,” jelas Soraya.

Baca Juga:   Angka Stunting di Kabupaten/Kota se-Kaltim Turun Signifikan

Menurut data yang dihimpun oleh DKP3A Kaltim, penduduk usia dari 0-18 tahun berkebutuhan khusus berdasarkan jenis kelamin laki-laki tahun 2021 untuk cacat fisik, mental dan cacat lainnya paling banyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan total 38 orang.

Sementara itu, data jumlah 0-18 tahun berkebutuhan khusus berdasarkan jenis kelamin perempuan tahun 2021 untuk cacat fisik paling banyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 13 orang dan cacat lainnya paling banyak di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 10 orang.

“Saya harap komitmen para pengambil kebijakan terhadap pelembagaan data terpilah menurut jenis kelamin dan usia serta penggunaannya dapat memaksimalkan pemanfaatan data yang responsif gender dan memenuhi hak-hak anak,” harapnya. ***