PORTAL BONTANG – Awal bulan Desember 2022 lalu, Indonesia diliputi berita duka dengan adanya gempa Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menerangkan, jika gempa Cianjur sebesar 5,6 magnitudo disebabkan pergeseran sesar baru yang disebut dengan Patahan Cugenang. Patahan tersebut membentang sepanjang 9 km melintasi sebanyak sembilan desa dan dua kecamatan.

Terdapat enam desa yang terlintasi oleh garis patahan tersebut, yakniKecamatan Cugenang yang terdiri dari Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. Dua desa di Kecamatan Pacet yaitu Desa Ciherang, Desa Ciputri. Selain juga ada satu desa lain yang letaknya berada di ujung patahan yaitu Desa Nagrak Kecamatan Cianjur.

Posko pusat korban gempa bumi menyimpulkan, data korban jiwa atas kejadian gempa bumi Cianjur yakni sebanyak 635 orang. Lima orang dari angka tersebut masih dinyatakan belum di temukan atau hilang.

“Hari ini tim stand by satu tim saja, sekitas 5 sampai 10 orang, melakukan pemantauan evakuasi bila saja ditemukan temuan baru,” ujar Jumaril yang dikutip oleh penulis, sambil menyarankan saat berakhirnya masa tanggap bencana dan berubah menjadi masa transisi, sebaiknya terdapat masa rehabilitasi untuk para korban bencana.

Nah, dari kejadian tersebut dan beberapa kejadian gempa bumi yang terjadi di Indonesia, sebenarnya terdapat beberapa faktor yang menjadikan Indonesia menjadi daerah rawan gempa.

Dampak Indonesia Rawan Gempa Terhadap Bisnis UMKM
Elmalia Hasanah. (Dok/Pribadi)

Berikut beberapa penyebab daerah di Indonesia menjadi daerah yang rawan gempa :

1. Letak Geografis

Dikutip dari Worldatlas.com, terdapat dua benua dan dua samudera yang menghimpit negara Indonesia. Hal ini merupakan salah satu dampak positif di mana Indonesia dapat menjadi wilayah yang strategis untuk menjalin kerjasama perdagangan antar negara.

Di samping itu, ada pula dampak negatif dari hal tersebut. Karena Indonesia yang letaknya di antara lempeng Australia, Eurasia dan pasifik, hal itu mengakibatkan Indonesia menjadi daerah yang rawan gempa bumi.

Serta wilayah Indonesia juga termasuk wilayah cincin api, yaitu wilayah yang terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif.

2. Pergerakan Lempeng

Penyebab terjadinya gempa adalah pergeseran lempeng. Seperti pada gempa Cianjur terdapat pergeseran sesar baru. Pergerakan lempeng inilah yang menyebakan tekanan yang pada akhirnya dapat terjadi gempa bumi pada wilayah yang sekitar lempeng tersebut?

Bumi terdiri dari beberapa lempeng di mana sebagian besar lempeng tersebut akan bergeser dan hanyut mengapung seperti lapisan salju. Lapisan ini kemudian dapat menyebabkan terjadinya perpecahan.

Dikarenakan wilayah Indonesia yang terletak di antara ketiga lempeng bumi, maka hal inilah yang menyebabkan gempa yang berpotensi berskala besar.

3. Wilayah Cincin Api

Indonesia berlokasi di wilayah yang dikelilingi cincin api pasifik, di mana dapat menjadi jalur gempa yang paling aktif di dunia. Ini mengakibatkan wilayah Indonesia menjadi wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung dan tsunami.

Wilayah cincin api merupakan daerah yang biasa terjadi gempa bumi dan gunung meletus. Gunung Indonesia yang paling aktif adalah Gunung Kelud dan Gunung Merapi, yang ditetapkan sebagai gunung api dengan aktivitas vulkanis paling tinggi sejak 1995.

4. Rantaian Reaksi Gunung Berapi

Dari beberapa kejadian yang pernah ada, Indonesia pernah memiliki fenomena unik yakni meletusnya 3 gunung berapi secara bersamaan, yakni gunung Sinabung, Gunung Raung, dan Gunung Gamalama.

Reaksi berantai terdapat pada dapur magma. Di mana sebagian besar wilayah Indonesia berada di atas dapur magma. Inilah yang menyebabkan terjadinya fenomena unik tersebut.

Di dapur magma memungkinkan terjadinya gunung meletus secara bersamaan, yang juga mengakibatkan adanya terjadinya gempabumi di wilayah gunung tersebut.

Dampak yang terjadi karena negara Indonesia yang rawan gempa ini, yakni jatuhnya banyak korban, aktivitas mayarakat terhenti, tentunya mengakibatkan perekonomian yang tidak stabil padamasyarakat yang mempunyai profesi sebagai pebisnis.

Bagaimana dampak terjadinya gempa bumi terhadap bisnis UMKM di daerah tersebut?

Bencana gempa bumi menyebakan banyak sekali kerugian, baik kerugian jiwa maupun kerugian materi.

Banyak rumah – rumah roboh, sekolah yang roboh, dan tempat lain yang hancur karena adanya gempa bumi. Hal ini yang menyebabkan semua aktivitas masyarakat terhenti. Salah satunya adalah dampak terhadap perekonomian Indonesia, terutama pada UMKM. 

Mayoritas pelaku UMKM membuka usahanya di sekitar wilayah rumah mereka, yang tentunya terdampak oleh bencana gempa bumi tersebut.  Beberapa aset yang dimiliki UMKM akan rusak dan hancur.

Terjadinya musibah ini tentu membuat masyarakat tidak bisa melakukan apapun, jadi dibutuhkan upaya pemerintah dalam mengembalikan perekonomian warga yang menjadi korban.

Hal ini bisa dilakukan dengan pemberian santunan kepada para korban. Sertpasca pemulihan korban bencana tentu dibutuhkan program yang digunakan untuk memulihkan perekonomian masyarakat khususnya pada UMKM setempat.

Itulah penyebab negara kita tercinta Indonesia menjadi wilayah yang rawan gempa bumidan berdampak terhadap perekonomian, terutama UMKM warga sekitar yang menjadi korban bencana tersebut. ***

*) Elmalia Hasanah merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Disclaimer: Tulisan artikel ini dan properti (gambar, video, ilustrasi, dll) di dalamnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap dari redaksi PortalBontang.com, kecuali ditentukan lain di kemudian hari.