PORTAL BONTANG – Amerika Serikat kini mengusulkan rancangan resolusi tandingan di Dewan Keamanan PBB.
Usulan resolusi dari Amerika Serikat tersebut berisi desakan untuk gencatan senjata sementara dalam perang Israel-Hamas.
Berdasarkan teks yang didapat oleh Reuters, dikutip VOA Indonesia dan dilansir Portabontang.com itu, Amerika Serikat juga menentang serangan darat besar-besaran yang dilakukan sekutunya, Israel, di Rafah.
Langkah ini muncul sebelum AS menggunakan hak veto pada Selasa, 20 Februari 2024 atas resolusi yang dirancang Aljazair terkait gencatan senjata kemanusiaan segera.
Pasalnya, resolusi itu dikhawatirkan dapat menganggu perundingan antara Amerika Serikat, Mesir, Israel dan Qatar yang tengah menjembatani upaya penghentian perang sementara, serta pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas.
Hingga kini, Washington kerap menolak kata gencatan senjata dalam setiap tindakan PBB terkait perang Israel-Hamas.
Baca Juga: Jadwal Acara Trans TV Hari Ini 21 Februari 2024, Film Shotgun Wedding dan Gun Shy Tayang di Bioskop
Akan tetapi, teks AS tersebut senada dengan bahasa yang disampaikan Presiden Joe Biden pekan lalu dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Resolusi ini mengatakan ingin DK PBB “menggaris bawahi dukungannya untuk gencatan senjata sementara di Gaza sesegera mungkin, berdasarkan formula dimana semua sandera dibebaskan, dan seruan bagi penghapusan semua perintang penyediaan bantuan kemanusiaan besar-besaran.”
Perlu setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari AS, Prancis, Inggris, Rusia atau Tiongkok agar resolusi ini dapat diloloskan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bontang, Rabu 21 Februari 2024: Cerah Berawan Dominasi Hari
Pengajuan resolusi Dewan Keamanan terkait Gaza ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Washington sejak 7 Oktober 2023 lalu. Resolusi pertama itu mendapat veto dari Rusia dan Tiongkok.
Meski Amerika Serikat bersiap melindungi Israel melalui veto pada rancangan resolusi Aljazair, Israel dinilai pakar lebih mengkhawatirkan draf yang dirancang oleh Washington.
Direktur Internasional Crisis Group PBB Richard Gowan mengatakan bahwa rancangan yang tengah disusun oleh AS ini diibaratkan sebagai sebuah ‘tembakan peringatan’ bagi Netanyahu.
Baca Juga: Sejumlah TPS di 6 Kabupaten Kota di Kaltim Direkomendasikan Pemungutan Suara Ulang
“Ini adalah sinyal terkuat yang dikirim AS di PBB sejauh ini, bahwa Israel tidak dapat mengandalkan perlindungan diplomatik Amerika setiap saat,” jelas Gowan.
Perwakilan Israel untuk PBB di New York tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar atas rancangan AS tersebut. ***
Ikuti berita terkini dari Portalbontang.com langsung di WhatsApp melalui link https://s.id/portalbontang.
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A






Komentar Anda