Hebat! Kampus UMM Raih Kemitraan UNESCO demi Jaga Kelestarian Air Dunia lewat Inovasi Cerdas

Terkuak rahasia Kampus UMM raih Kemitraan UNESCO demi Kelestarian Air Dunia. Cek inovasi yang bikin dunia terpukau!

M
Kampus UMM secara resmi ditetapkan sebagai mitra global untuk menjalankan program ekosistem air yang berkelanjutan oleh UNESCO.
Kampus UMM secara resmi ditetapkan sebagai mitra global untuk menjalankan program ekosistem air yang berkelanjutan oleh UNESCO. | Foto: Humas UMM

Portalbontang.com, Malang - Komitmen nyata dalam menjaga ekosistem lingkungan hidup kembali membawa institusi pendidikan tanah air ke panggung dunia.

Prestasi membanggakan ini diraih melalui dedikasi panjang dalam melakukan riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas.

Kampus UMM secara resmi ditetapkan sebagai mitra global untuk menjalankan program ekosistem air yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kolaborasi dengan UMKM Dinilai Kunci Sukses Deep Learning

Pencapaian ini mengukuhkan posisi institusi sebagai pemegang status Kemitraan UNESCO yang hanya dimiliki tiga kampus di Indonesia.

Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari inovasi yang terus dikembangkan.

Salah satu fokus utama dalam misi Kelestarian Air Dunia ini adalah penyelamatan sistem irigasi tradisional di kawasan Bali.

"Kita memang tidak secara khusus merawat airnya secara langsung saat itu. Namun, melalui pengembangan smart farming dan energi terbarukan, kita secara otomatis menyelamatkan daerah resapan air. Dari sanalah, pada tahun 2024 lalu, UMM mendapat penghargaan bergengsi UNESCO atas upaya konservasi di Subak," jelas Salis.

Baca Juga: Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis, Pupuk Kaltim dan SP KKPKT Resmi Teken PKB 2026–2028

Inovasi pertanian cerdas tersebut terbukti mampu mengembalikan kesehatan tanah yang sebelumnya rusak akibat penggunaan pestisida kimia.

Langkah ini secara otomatis mencegah alih fungsi lahan sawah menjadi kawasan vila yang mengancam ketersediaan air bersih.

Selain di Bali, pengerahan puluhan akademisi ke wilayah NTT juga dilakukan untuk memetakan titik sumber air baru bagi warga.

Baca Juga: Gawat! APBD Bontang Anjlok, Agus Haris Desak Peran Perusahaan di Musrenbang TJSLP 2027

Penerapan teknologi desalinasi bertenaga surya menjadi proyek lanjutan guna menjamin pasokan air bersih di wilayah timur tersebut.

Di sektor energi, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro menjadi bukti nyata kapasitas kampus sebagai eksekutor solusi.

Aliran Sungai Brantas berhasil diolah menjadi sumber listrik ramah lingkungan melalui fasilitas PLTMH yang dibangun secara mandiri.

Pengakuan internasional ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus konsisten menjaga lingkungan. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu